Kematangan dan Integritas Kromatin Sperma Berkorelasi dengan Perkembangan Zigot dalam Program ICSI

Latar Belakang

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kematangan dan integritas kromatin sperma yang diinjeksikan ke dalam oosit berkualitas baik dalam program in vitro fertilization-intracytoplasmic sperm injection (IVF-ICSI). Nilai batas (cut-off) kematangan dan integritas kromatin sperma dikembangkan berdasarkan korelasinya terhadap perkembangan zigot, yaitu pembentukan embrio dan laju pembelahan (cleavage rate).

Metode

Penelitian ini menilai kematangan kromatin sperma menggunakan pewarnaan aniline blue (AB), sedangkan pewarnaan toluidine blue (TB) digunakan untuk menilai integritas kromatin sperma. Ejakulat dari 59 pasien yang menjalani ICSI dan 46 donor normozoospermia subur (sebagai penentu nilai normal status kromatin sperma) digunakan dalam penelitian ini. Pembentukan embrio dan laju pembelahan diamati selama periode 3 hari setelah prosedur ICSI.

Hasil

Terdapat perbedaan signifikan pada persentase sperma dengan kromatin matang antara ejakulat pasien ICSI dan donor subur (p = 0,020), sedangkan tidak terdapat perbedaan signifikan pada integritas kromatin sperma dari kedua kelompok sampel tersebut (p = 0,120). Tidak ditemukan korelasi signifikan antara kematangan kromatin sperma dengan pembentukan embrio maupun laju pembelahan, begitu pula antara integritas kromatin sperma dengan kedua parameter perkembangan zigot tersebut (p > 0,05).

Selanjutnya, ditemukan bahwa nilai batas (cut-off) kematangan dan integritas kromatin sperma pada ejakulat normozoospermia subur masing-masing sebesar 87,2% dan 80,2%. Dengan menggunakan nilai batas tersebut, kematangan kromatin sperma yang rendah pada tingkat <87% berkorelasi signifikan dengan laju pembelahan zigot (p = 0,022; r = 0,371), sedangkan integritas kromatin sperma yang buruk pada tingkat <80% berkorelasi dengan pembentukan embrio (p = 0,048; r = 0,485).

Kesimpulan

Penelitian ini menunjukkan bahwa kematangan dan integritas kromatin sperma yang buruk (masing-masing AB <87% dan TB <80%) dapat memengaruhi perkembangan zigot setelah prosedur ICSI.

Untuk lebih lengkapnya silahkan kunjungi link berikut: https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/19396368.2016.1210695

Related Posts