Struktur Klaster Riset Genibudi mencerminkan pembagian peran dan tanggung jawab dalam mendukung kegiatan penelitian, kolaborasi akademik, dan pengembangan program klaster. Klaster dipimpin oleh Ketua Klaster Riset dan didukung oleh para anggota dengan beragam keahlian dan bidang kajian.
The structure of the Genibudi Research Cluster reflects the distribution of roles and responsibilities in supporting research activities, academic collaboration, and the development of cluster programs. The cluster is led by the Head of the Research Cluster and supported by members with diverse expertise and areas of research.
Klaster riset ini mengkaji keterkaitan antara gender, identitas budaya, dan diaspora melalui pendekatan interdisipliner. Kelompok riset ini mendukung penguatan Universitas Indonesia sebagai World Class Research University melalui publikasi internasional, kolaborasi global, dan kontribusi terhadap SDGs, sekaligus menjadi wadah penelitian, pengembangan akademik, dan kolaborasi bagi dosen dan mahasiswa FIB UI. Fokus kajiannya mencakup kesetaraan gender, ketimpangan sosial, relasi kuasa, identitas, diaspora, serta transformasi sosial-budaya. Melalui kajian tersebut, kelompok ini berkontribusi pada SDG 4 (Quality Education), SDG 5 (Gender Equality), SDG 10 (Reduced Inequalities), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), dan SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions), termasuk melalui penelitian mengenai pemberdayaan, kebijakan gender, komunitas diaspora, tradisi lokal, dan dinamika antargenerasi.
SDG 4 – Pendidikan Berkualitas
Mendukung pendidikan berkualitas melalui penelitian berbasis pembelajaran dan peningkatan kapasitas akademik.
SDG 5 – Kesetaraan Gender
Menganalisis struktur ketidaksetaraan gender serta mengkaji agensi, resistensi, dan strategi pemberdayaan individu maupun komunitas dalam menghadapi tantangan sosial-budaya kontemporer.
SDG 10 – Berkurangnya Kesenjangan
Mengkaji bagaimana relasi kekuasaan, nilai-nilai lokal, dan pengaruh budaya lintas negara membentuk pengalaman individu dan kelompok, khususnya kelompok rentan, termasuk perempuan dan kelompok gender ketiga, melalui perspektif interseksionalitas.
SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
Mengeksplorasi peran diaspora, khususnya perempuan, dalam merundingkan batas-batas geografis, sosial, dan budaya serta memahami keterkaitannya dengan relasi gender, identitas, perbedaan, dan transformasi sosial-budaya.
SDG 16 – Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh
Mengkaji peran negara dalam perumusan kebijakan kesetaraan gender serta dinamika komunitas lokal dalam merundingkan nilai-nilai matriarkal di tengah dominasi norma patriarkal modern. Kajian ini juga mencakup dinamika relasi antargenerasi, seperti hubungan antara lansia dan Generasi Z, sebagai refleksi transformasi nilai gender dalam era digital dan budaya global.
SDG 4 – Quality Education
Support quality education through learning-oriented research and initiatives to strengthen academic capacity.
SDG 5 – Gender Equality
Examine structural gender inequalities and explore the agency, resistance, and empowerment strategies of individuals and communities in addressing contemporary sociocultural challenges.
SDG 10 – Reduced Inequalities
Investigate how power relations, local values, and transnational cultural influences shape the experiences of individuals and groups, particularly marginalized communities, including women and third-gender communities, through an intersectional perspective.
SDG 11 – Sustainable Cities and Communities
Explore the role of diaspora communities, particularly women, in negotiating geographical, social, and cultural boundaries, with a focus on gender relations, identity, difference, and sociocultural transformation.
SDG 16 – Peace, Justice and Strong Institutions
Examine the role of the state in formulating gender equality policies and the ways local communities negotiate matriarchal values amid the dominance of modern patriarchal norms. This research also explores intergenerational relations, such as those between older adults and Generation Z, as a reflection of changing gender values in the digital age and under the influence of global culture.