Alih Wahana Folklor Nusantara sebagai Strategi Transmedialitas dan Nilai Identitas Keindonesiaan
Menjadi kelompok riset rujukan dalam kajian alih wahana dan transmedialitas teks sastra, yang menjembatani warisan naratif tradisional dengan perkembangan media kontemporer, baik dalam konteks Indonesia maupun global.


Mitos Dewi Sri adalah sebuah cerita kepercayaan rakyat yang sudah sangat tua atau lama. Mitos atau cerita Dewi Sri dikenal di kalangan masyarakat Jawa baik secara lisan maupun tertulis. Pada cerita lisan yang tersebar di kalangan masyarakat luas terdapat berbagai macam versi namun Inti ceritanya tetap sama. Bentuk penyebaran lainnya adalah secara tertulis dalam bentuknya naskah cerita. Dalam naskah-naskah lama cerita Dewi Sri tidak berdiri sendiri tetapi bergabung dengan atau termasuk dalam suatu bagian cerita yang besar, namun seperti halnya dalam cerita lisan inti ceritanya tetap sama.

Cerita mengenai tokoh si Kancil merupakan bagian dari cerita rakyat yang berkembang di Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia. Sebagai bagian dari cerita rakyat di sejumlah daerah di kedua negara ini, cerita mengenai si Kancil tidak dapat dilepaskan dari budaya populer di tengah masyarakat. Orang tua seringkali menceritakan kisah petualangan si Kancil kepada anak-anaknya, baik sebagai pengantar tidur maupun ketika mengajarkan nilai-nilai moral dan kebaikan kepada mereka. Kalangan muda maupun tua sama-sama menyukai kisah-kisah si Kancil karena kekuatan menghibur yang dimilikinya selain nilai moral yang diajarkannya. Kecerdasan tokoh si Kancil juga merupakan aspek menonjol yang membentuk karakterisasi atau penokohan si Kancil. Pembaca sudah sangat mengenal kecerdikan Si Kancil dalam mengatasi berbagai masalah, serta kecerdasannya dalam memperdaya musuh-musuhnya sehingga ia selamat atau muncul sebagai pemenang.

Indonesia sebagai negara kepulauan yang terdiri dari lebih dari 17.000 pulau, memiliki wilayah laut yang sangat luas. Laut-laut yang menghubungkan antarpulau dan antarwilayah, bukanlah hanya ruang yang berisi air dan flora-fauna yang menjadi kekayaannya. Laut-laut itu juga menjadi ruang bagi beragam jalur perdagangan, pertukaran budaya, ingatan, peristiwa, dan cerita, termasuk cerita tentang dunia leluhur, roh, mitos, dan kepercayaannya. Laut sebagai kekuatan alam juga menjadi sumber imajinasi dan tantangan bagi manusia, karena misteri dan tidak mudah ditaklukkan. Laut adalah pertemuan antara keindahan dan ketakutan, kesenangan dan bahaya, anugerah dan bencana. Kesemuanya menjadikan laut adalah ruang kosmos yang subur bagi munculnya kisah-kisah spiritual, mitos, dan kepercayaan. Kisah spiritual dan mitos berkaitan dengan laut atau dunia maritim di Indonesia, memunculkan beberapa nama feminin yang identitik dengan Dewi Laut atau Penguasa Pantai dan Samudra.
Kelompok Kajian Tekstual, Transmedia, dan Bandingan akan menyelenggarakan webinar bertajuk “Membawa Foklor Nusantara di Era Transmedia”pada 18 September 2026, pukul 13.30–15.30 WIB, melalui Zoom Meeting. Peserta yang berminat mengikuti kegiatan ini dapat mendaftar melalui tautan https://bit.ly/webinarfolklor.
