Kajian tentang representasi politik sangat relevan dalam situasi Indonesia saat ini yang menghadapi tantangan representasi politik seperti perbaikan sistem dan tata kelola pemilu, fungsi partai politik, serta berbagai upaya untuk membangun akuntabilitas relasi antara wakil rakyat dengan konstituen. Kajian klaster juga akan berkontribusi pada tujuan SDGs kelima yaitu kesetaraan gender, salah satunya melalui kajian representasi politik perempuan di
berbagai ranah yang meliputi kepemimpinan perempuan di partai politik, DPR, birokrasi, kepala daerah, hingga lembaga penyelenggara pemilu. Tema kesetaraan gender adalah salah satu kekuatan dari peneliti-peneliti klaster yang telah memiliki rekam jejak riset dan publikasi yang panjang.
Tema Kajian
2026 : Esensi dan Krisis Representasi: Hubungan Wakil dengan Konstituen
2027 : Representasi politik dalam perkembangan demokrasi digital
2028 : Tantangan peningkatan keterwakilan politik perempuan pada pemilu 2029
2029 : Mendorong representasi politik yang inklusif bagi kelompok rentan dan marginal jelang pemilu 2029