Kajian tentang bagaimana negara merekrut, mengembangkan, menilai, dan mempertahankan aparaturnya — dari penerapan sistem merit dan manajemen talenta hingga penataan tenaga non-ASN dan kesejahteraan pegawai, sebagai fondasi birokrasi yang profesional dan melayani.
Reformasi birokrasi di Indonesia kini bertumpu pada satu pertanyaan besar: bagaimana memastikan jabatan publik diisi oleh orang yang tepat, dikembangkan secara berkelanjutan, dan dihargai berdasarkan kompetensi serta kinerjanya — bukan kedekatan atau senioritas semata.
Lahirnya UU No. 20 Tahun 2023 tentang ASN membawa perubahan mendasar: penataan tenaga non-ASN, penguatan manajemen talenta nasional, fleksibilitas tempat kerja, hingga pengalihan fungsi pengawasan sistem merit. Kelompok Riset PMOC FIA UI mengkaji bagaimana perubahan regulasi ini diterjemahkan di tingkat instansi, dan apa dampaknya terhadap motivasi, kompetensi, serta budaya kerja aparatur.
Sistem merit bukan sekadar prosedur seleksi yang rapi, melainkan janji negara bahwa setiap aparatur memiliki kesempatan yang adil untuk tumbuh dan melayani.
Enam klaster penelitian yang kami kembangkan untuk mendukung birokrasi yang profesional, adaptif, dan berbasis merit.
Menelaah penerapan prinsip merit — kualifikasi, kompetensi, dan kinerja — dalam setiap keputusan kepegawaian, serta kelembagaan pengawasnya pasca-UU ASN 2023.
Mengkaji efektivitas seleksi CASN dan PPPK, perencanaan kebutuhan pegawai berbasis analisis jabatan, serta dampak penataan tenaga honorer terhadap layanan publik.
Meneliti pemetaan talenta (nine-box), kelompok rencana suksesi, dan objektivitas pengisian jabatan pimpinan tinggi di kementerian, lembaga, dan daerah.
Menganalisis model pembelajaran terintegrasi ASN, efektivitas pelatihan terhadap kinerja, dan kesiapan kompetensi aparatur menghadapi transformasi digital.
Mengkaji desain sistem penggajian tunggal, tunjangan, fleksibilitas kerja, dan keseimbangan kerja-hidup sebagai penentu daya tarik dan keberlanjutan karier di sektor publik.
Menelaah pola mutasi dan rotasi antarinstansi, pengembangan jabatan fungsional, serta pemanfaatan sistem informasi ASN untuk keputusan kepegawaian berbasis data.
Tim Peneliti PMOC FIA UI
Membahas kesenjangan antara desain regulasi sistem merit dan realitas pengisian jabatan di instansi pemerintah daerah.
Jurnal Administrasi & Kebijakan Publik
Studi kasus faktor kepemimpinan, kesiapan data, dan budaya organisasi dalam keberhasilan pemetaan dan pengembangan talenta.
Rekomendasi Kebijakan PMOC FIA UI
Rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam merencanakan transisi tenaga honorer tanpa mengganggu kualitas layanan dasar.
Kami bekerja sama dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan BUMN dalam kajian kebutuhan pegawai, desain manajemen talenta, evaluasi sistem merit, serta pendampingan transformasi pengelolaan SDM aparatur.
