2026: Build the Foundation
- Menetapkan fokus riset pada climate-sensitive diseases (dengue, malaria, dan dampak kabut asap) berdasarkan hubungan antara perubahan iklim dan kesehatan.
- Menyusun kerangka konseptual serta memetakan kesenjangan penelitian mengenai perubahan iklim dan kesehatan lingkungan di Indonesia dan Asia Tenggara.
- Mengembangkan basis data awal yang mengintegrasikan data iklim, lingkungan, dan penyakit sebagai landasan penelitian lanjutan.
- Menghasilkan publikasi tinjauan sistematis/scoping review serta menyusun proposal hibah penelitian nasional maupun internasional.
- Memperkuat jejaring kolaborasi dengan institusi nasional dan internasional.
2027–2029: Generate Scientific Evidence
- Menghasilkan bukti ilmiah mengenai hubungan faktor iklim dengan penyakit sensitif iklim melalui pendekatan epidemiologi lingkungan, analisis spasial, dan analisis tren iklim.
- Memperluas penelitian pada berbagai climate-sensitive diseases (dengue, malaria, leptospirosis, dan kolera) untuk memahami pola risiko di Indonesia dan Asia Tenggara.
- Mengkaji faktor sosial dan lingkungan, termasuk persepsi risiko masyarakat terhadap perubahan iklim dan dampaknya terhadap kesehatan.
- Menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi internasional serta memperluas kolaborasi penelitian.
- Mengembangkan model prediksi risiko penyakit sensitif iklim berbasis data iklim, lingkungan, dan kesehatan.
- Mengidentifikasi wilayah dan periode berisiko tinggi menggunakan pendekatan spasial dan pemodelan prediktif.
- Menghasilkan model ilmiah yang mendukung pengembangan sistem peringatan dini (early warning system).
2030-2031: Translate Evidence into Action.
- Mendukung pengembangan sistem peringatan dini (early warning system) berbasis data iklim dan kesehatan.
- Menyusun rekomendasi kebijakan berbasis bukti bagi pemerintah dan pemangku kepentingan.
- Mengembangkan strategi adaptasi perubahan iklim untuk meningkatkan ketahanan kesehatan masyarakat.
- Memperkuat posisi Kelompok Riset Climate Change and Environmental Health sebagai pusat unggulan (Center of Excellence) di tingkat nasional dan regional.
Pada Tahun 2031, Kelompok Riset Perubahan Iklim dan Kesehatan Lingkungan di UI akan:
- Diakui secara nasional dan regional sebagai pemimpin dalam riset iklim–kesehatan dan kesehatan lingkungan.
- Menyediakan bukti yang dapat ditindaklanjuti untuk memperkuat adaptasi iklim dan ketahanan kesehatan masyarakat Indonesia.
- Menghasilkan generasi baru cendekiawan dan praktisi iklim–kesehatan.
- Mempengaruhi kebijakan nasional dan global melalui penerjemahan sains ke kebijakan.
- Berkontribusi pada pencapaian SDGs dan komitmen iklim Indonesia.