Dr. Linda Sunarti merupakan Lektor Kepala pada Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Bidang kepakaran yang ditekuni meliputi sejarah kebudayaan, sejarah diplomasi, dan kajian memori kolektif, dengan fokus pada dinamika hubungan antara sejarah, identitas, serta pembentukan ingatan masyarakat dalam konteks nasional maupun regional.
Prof. Dr. Zeffry Alkatiri merupakan Guru Besar pada Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Bidang kepakaran yang ditekuni meliputi sejarah kebudayaan, dengan fokus pada sejarah sosial-budaya Indonesia, khususnya sejarah dan kebudayaan Jakarta, identitas budaya, serta hubungan antara sejarah, sastra, dan memori kolektif.
Lahir di Jakarta pada 30 Agustus 1959, Prof. Zeffry Alkatiri menyelesaikan pendidikan sarjana pada Program Studi Rusia, Fakultas Sastra Universitas Indonesia (1986), kemudian meraih gelar Magister dalam Kajian Wilayah Amerika (1996) dan Doktor Ilmu Sejarah dari Universitas Indonesia (2006). Selain aktif sebagai akademisi dan peneliti, beliau juga dikenal sebagai sastrawan yang menghasilkan berbagai karya puisi dan nonfiksi bertema sejarah dan budaya. Karya-karyanya telah memperoleh berbagai penghargaan sastra bergengsi, termasuk Penghargaan Buku Sajak Terbaik dari Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki dan Kusala Sastra Khatulistiwa.
Melalui penelitian, pengajaran, dan publikasi ilmiah, Prof. Zeffry Alkatiri mengembangkan kajian sejarah kebudayaan dengan pendekatan multidisipliner yang menghubungkan sejarah, sastra, media, dan ekspresi budaya. Kontribusinya memberikan perspektif yang mendalam mengenai dinamika masyarakat perkotaan, identitas budaya, serta perkembangan sejarah sosial Indonesia, khususnya Jakarta, dalam konteks lokal maupun global.
Dr. Siswantari, S.S., M.Hum. merupakan dosen pada Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Bidang kepakaran yang ditekuni meliputi sejarah Jakarta, sejarah lokal, dan sejarah Indonesia. Fokus penelitiannya mencakup perkembangan masyarakat, pemerintahan, dan dinamika sosial-budaya di tingkat lokal sebagai bagian dari proses sejarah Indonesia yang lebih luas.
Melalui kegiatan penelitian, pengajaran, dan publikasi ilmiah, Dr. Siswantari mengembangkan kajian sejarah dengan menekankan pentingnya perspektif lokal dalam memahami perubahan sosial, politik, dan budaya. Keahliannya dalam sejarah Jakarta dan sejarah lokal memberikan kontribusi terhadap pengembangan historiografi Indonesia serta pelestarian memori dan warisan sejarah di berbagai daerah.
Dr. R. Achmad Sunjayadi, M.Hum. merupakan dosen dan peneliti pada Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Bidang kepakaran yang ditekuni meliputi sejarah masa Hindia-Belanda dan sejarah kebudayaan, dengan fokus pada dinamika sosial dan budaya pada masa kolonial, sejarah pariwisata, warisan budaya, serta hubungan historis antara Indonesia dan Belanda.
Melalui penelitian, pengajaran, dan publikasi ilmiah, Dr. Achmad Sunjayadi mengembangkan kajian mengenai sejarah kolonial Indonesia dengan memanfaatkan berbagai sumber sejarah, seperti arsip, surat kabar, catatan perjalanan, foto, dan panduan wisata masa Hindia-Belanda. Karya-karyanya memberikan kontribusi penting dalam memahami perkembangan budaya, mobilitas masyarakat, dan praktik pariwisata pada masa kolonial, termasuk melalui buku Pariwisata di Hindia-Belanda 1891–1942 serta berbagai publikasi mengenai sejarah dan budaya Hindia-Belanda. Selain aktif di bidang akademik, beliau juga terlibat dalam pelestarian warisan budaya sebagai anggota Tim Ahli Cagar Budaya Jakarta.
Dr. Raisye Soleh Haghia, S.Hum., M.Hum. merupakan dosen pada Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Bidang kepakaran yang ditekuni meliputi sejarah pers, sejarah media, serta sejarah pemikiran politik di Indonesia. Penelitiannya berfokus pada perkembangan pers dan media sebagai aktor penting dalam dinamika sosial-politik, pembentukan opini publik, serta transformasi kehidupan politik Indonesia dari masa ke masa.
Dengan pendekatan sejarah yang kritis dan berbasis sumber, Dr. Raisye Soleh Haghia mengkaji evolusi media dan pers dalam kaitannya dengan perubahan politik, perkembangan ideologi, serta sejarah pemikiran politik di Indonesia. Melalui kegiatan penelitian, pengajaran, dan publikasi ilmiah, beliau berkontribusi dalam pengembangan historiografi Indonesia, khususnya pada kajian mengenai media, pers, dan pemikiran politik sebagai bagian dari proses pembentukan bangsa dan negara.
Dr. Noor Fatia Lastika Sari, S.Hum., M.Hum. merupakan dosen pada Departemen Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Bidang kepakaran yang ditekuni meliputi sejarah hubungan Indonesia–Australia, pemerintahan dan politik luar negeri Australia, serta sejarah masyarakat dan budaya Australia. Fokus penelitiannya mencakup dinamika hubungan bilateral Indonesia–Australia, perkembangan kebijakan luar negeri Australia, serta perubahan sosial, politik, dan budaya masyarakat Australia dalam konteks historis.
Melalui kegiatan penelitian, pengajaran, dan publikasi ilmiah, Dr. Noor Fatia Lastika Sari mengembangkan kajian sejarah Australia dengan pendekatan yang menghubungkan sejarah diplomasi, politik, dan masyarakat. Keahliannya memberikan kontribusi terhadap pemahaman mengenai interaksi Indonesia dan Australia, perkembangan kawasan Indo-Pasifik, serta transformasi masyarakat Australia dalam perspektif sejarah.
