Dr. dr. Budiman Bela merupakan staf pengajar dan peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Beliau aktif dalam bidang mikrobiologi klinik dan penyakit infeksi, dengan fokus pada pengembangan diagnostik laboratorium serta penelitian terkait penyakit infeksi yang menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia.
Beliau menyelesaikan pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, kemudian melanjutkan pendidikan spesialis di bidang Mikrobiologi Klinik. Gelar doktor diperoleh di bidang Ilmu Biomedik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

“Seorang pendidik dan peneliti berdedikasi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dengan spesialisasi di bidang mikrobiologi klinik dan penyakit infeksi. Berfokus mendalam pada diagnostik laboratorium dan riset molekuler, Dr. Budiman memimpin misi untuk memajukan tata laksana penyakit infeksi di Indonesia.”
merupakan staf pengajar pada Program Doktor Ilmu Biomedik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Selain menjalankan peran akademik, beliau juga aktif sebagai peneliti di Pusat Riset Virologi dan Kanker Patobiologi (PRVKP) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Beliau menyelesaikan pendidikan Sarjana Kedokteran Hewan dan Profesi Dokter Hewan dari Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Airlangga, kemudian melanjutkan pendidikan Magister Biomedik (M.Biomed.) di bidang Ilmu Biomedik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Gelar doktor diperoleh melalui pendidikan doktoral di bidang biomedik di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Dalam kegiatan akademik, Dr. Silvia berperan dalam pengajaran mahasiswa pada program sarjana dan pascasarjana serta membimbing kegiatan penelitian. Sebagai peneliti, beliau terlibat dalam berbagai studi yang berfokus pada pengembangan vaksin dan pengembangan metode diagnostik untuk mendukung pengendalian penyakit infeksi. Selain aktivitas pendidikan dan penelitian, beliau juga aktif dalam kegiatan ilmiah, kolaborasi penelitian, serta penguatan kapasitas laboratorium untuk mendukung pengembangan riset biomedik dan kesehatan berbasis pendekatan lintas disiplin.

“Seorang akademisi dan peneliti di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang ahli dalam pengembangan vaksin dan diagnostik penyakit infeksi. Dengan latar belakang kedokteran hewan dan biomedik, Dr. Silvia mengintegrasikan pendekatan lintas disiplin untuk memperkuat riset kesehatan di Indonesia.”
Beliau adalah staf pengajar Program Doktor Ilmu Biomedik FKUI dan peneliti di Pusat Riset Virologi dan Kanker Patobiologi (PRVKP). Dr. Aroem juga memegang peran strategis sebagai Biosafety Officer di PRVKP, anggota Tim Manajemen Biorisiko UI, serta terlibat aktif dalam Komite Teknis Badan Standardisasi Nasional (BSN).
Dr. Aroem Naroeni merupakan pakar manajemen biorisiko yang berpengalaman luas dalam pengembangan standar biosafety dan biosecurity di tingkat nasional, termasuk keterlibatannya dalam Komite Teknis BSN dan sebagai auditor SNI ISO 35001:2019. Sebagai Biosafety Officer di PRVKP FKUI, beliau mengintegrasikan keahlian profesionalnya dengan riset biomedik strategis yang mencakup studi berbagai penyakit infeksius, inaktivasi virus, pemanfaatan bahan alam, hingga teknologi sel punca. Melalui dedikasinya dalam pendidikan dan pengembangan sistem biorisiko, beliau berperan krusial dalam memperkuat kapasitas riset sekaligus memastikan standar keselamatan biologis tertinggi di lingkungan laboratorium.

Pendidik dan peneliti senior di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dengan kepakaran mendalam di bidang manajemen biorisiko. Sebagai Biosafety Officer di PRVKP FKUI, beliau berdedikasi dalam mengintegrasikan keselamatan hayati dengan inovasi riset biomedik dan sel punca.”
Prof. Fera Ibrahim adalah Guru Besar yang memiliki peran vital dalam pendidikan medis dan riset mikrobiologi klinik di Indonesia. Sebagai akademisi senior, beliau aktif membina program sarjana hingga pascasarjana di FKUI, sekaligus menjadi penggerak utama dalam pengembangan kapasitas laboratorium diagnostik molekuler nasional guna menghadapi tantangan penyakit emerging dan re-emerging.
Bidang penelitian yang ditekuni meliputi pengembangan dan evaluasi metode diagnostik molekuler untuk berbagai penyakit infeksi, termasuk infeksi virus, bakteri, dan penyakit emerging dan re-emerging. Beliau juga aktif dalam berbagai penelitian kolaboratif nasional dan internasional yang bertujuan meningkatkan kemampuan deteksi dini, surveilans, serta pengendalian penyakit infeksi di Indonesia.
Melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, Prof. Fera Ibrahim terus berkontribusi dalam penguatan sistem diagnostik laboratorium, peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang mikrobiologi klinik, serta pengembangan ilmu pengetahuan untuk mendukung ketahanan kesehatan nasional. lanjut sist

“Sebagai Guru Besar Mikrobiologi di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Fera Ibrahim merupakan pionir dalam pengembangan diagnostik molekuler di Indonesia. Dengan kepakaran internasional di bidang virologi, beliau mendedikasikan ilmunya untuk memperkuat sistem deteksi dini dan ketahanan kesehatan nasional terhadap penyakit infeksi menular.”