Irmawati menyelesaikan studi sarjana pada bidang arkeologi di Universitas Indonesia dan lulus tahun 1981, kemudian melanjutkan studi S2 pada bidang Arkeologi di Universitas Indonesia lulus tahun 1991, dan S3 bidang arkeologi di kampus yang sama dan lulus tahun 2003. Fokus riset yang dikembangkan adalah Kebudayaan Materi, Kajian Sosial dalam Arkeologi, Arkeologi Industri, Museologi, dan Kajian Budaya Materi Islam. Ia mendapatkan gelar professor pada tahun 2021 sebagai profesor dalam bidang ilmu arkeologi FIB UI.
Isman menyelesaikan studi program sarjana arkeologi di Universitas Indonesia pada tahun 1988. Kemudian melanjutkan studi S2 pada bidang Antropologi di Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 1995. Ia menempuh program S3 pada bidang Arkeologi di kampus yang sama dan lulus pada tahun 2014. Fokus riset yang dikembangkan adalah Kajian Arkeologi Islam, Etnografi, Arsitektur Islam, dan Budaya materi Islam di Indonesia.
Ali Akbar menyelesaikan studi sarjana pada bidang Arkeologi di Universitas Indonesia tahun 1999. Kemudian melanjutkan studi S2 pada bidang Arkeologi di kampus yang sama dan lulus tahun 2002, Ia melanjutkan program S3 di bidang Arkeologi dan lulus pada tahun 2009. Fokus riset yang dikembangkan adalah kajian Arkeologi Prasejarah, Arkeologi Maritim, Kajian Museum, Cagar Budaya, dan Arkeologi Islam.
Ghilman menempuh pendidikan sarjana pada bidang Arkeologi di Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2012, kemudian melanjutkan studi S2 pada bidang yang sama dan lulus pada tahun 2016. Ia juga menempuh S3 pada program studi Arkeologi Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2023. Fokus riset yang ia kembangkan adalah Arkeologi Islam, Arkeologi Kolonial, Arkeologi Digital, dan Kebudayaan Materi.
Ia menempuh pendidikan sarjana pada bidang Arkeologi di Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 2006, Kemudian melanjutkan studi S2 pada bidang Art History Curatorial and Museum Studies di The University of Adelaide, Australia pada tahun 2008. Saat ini ia sedang menempuh program S3 pada bidang Global Art and Museum di Leiden Universiteit, Belanda. Fokus Riset yang ia kembangkan adalah Kajian Museum, Dekolonisasi, dan Arkeologi Kolonial. Ia juga pendiri Museum Ceria, sebuah Independent Museum Educator yang berfokus pada pengembangan program publik museum di Indonesia.