25
28

Phase 1: Strengthening & Academic Integration

Focus: Foundation & Research-Led Teaching

Standarisasi: Digitalisasi data laboratorium dan sertifikasi/akreditasi
agar berstandar internasional.

Integrasi Pendidikan: Menyelaraskan kurikulum riset S1, S2/S3 Biomedis, dan PPDS Farmakologi Klinik dalam satu ekosistem riset yang solid.

Output: Peningkatan publikasi pada jurnal internasional bereputasi
(Q1/Q2) dan penguatan HAKI.

29
33

Phase 2: Translational Excellence & National Impact

Focus: Bridging the Gap

Standardisasi: Digitalisasi data biodiversitas lokal dan sertifikasi laboratorium riset berstandard internasional.

Hilirisasi: Akselerasi uji klinis fase awal untuk kandidat obat berbasis bahan alam Indonesia dan terapi presisi.

Sinergi Industri: Kolaborasi aktif dengan industri farmasi nasional untuk memproduksi bahan baku obat mandiri.

Output: Komersialisasi hasil riset dan penerapan protokol terapi baru di RS rujukan nasional.

34
35

Phase 3: Global Leadership & Future Innovation

Fokus: Defining the Future of Pharmacology.

Inovasi Mutakhir: Implementasi AI-driven drug discovery dan pengembangan terapi genetik berbasis genomik populasi lokal.

Global Hub: Menjadi pusat rujukan pendidikan dan riset farmakologi tropis bagi peneliti internasional.

Output: Kontribusi dalam penentuan kebijakan terapi global dan pencapaian kemandirian teknologi kesehatan Indonesia sepenuhnya.