Roadmap Riset 5 Tahun Ke Depan

Roadmap ini disusun berdasarkan tema-tema yang telah terbukti menjadi fokus utama, yaitu komputasi (in silico), produk alam, dan kimia medisinal/sintesis, dengan penekanan pada penyakit-penyakit berdampak tinggi.

Peta jalan ini dapat dibagi menjadi lima pilar utama:

Pilar 1: Pengembangan Teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dan Pembelajaran Mesin (ML) untuk Penemuan Obat (Drug Discovery)

Ini adalah bidang kekuatan utama yang dibuktikan dengan banyaknya publikasi yang melibatkan QSAR dan ML/DL.

Tahun Fokus Kegiatan Output Utama yang Diharapkan
Tahun 1–2 Aplikasi ML/DL Lanjut: Fokus pada peningkatan akurasi model QSAR dan virtual screening menggunakan metode Ensemble Learning (seperti yang telah dilakukan pada inhibitor asetilkolinesterase dan DPP-4). Implementasi Dimensional Reduction untuk fitur QSAR. Publikasi yang menunjukkan model prediksi aktivitas obat baru berbasis KNIME/ML/DL (misalnya untuk SGLT2 inhibitors). Pengembangan tool komputasi (potential IP).
Tahun 3–5 Pemodelan Jaringan Heterogen & Target Kompleks: Pengembangan model Convolutional Neural Network (Conv1D-LSTM) untuk memprediksi interaksi obat-protein. Perluasan pemodelan ke target yang lebih kompleks, seperti Sirtuin-1 (SIRT1) dan BCL-2 dalam kanker. Model AI teruji untuk target obat baru. Kolaborasi lintas disiplin ilmu (Matematika/Ilmu Komputer) yang berkelanjutan.

 

Pilar 2: Eksplorasi Komprehensif Produk Alam Indonesia (Farmakologi Jaringan dan Validasi)

Fokus pada kekayaan alam Indonesia, terutama obat tradisional dan senyawa laut, menggabungkan metode komputasi dengan validasi biologis.

Tahun Fokus Kegiatan Output Utama yang Diharapkan
Tahun 1–2 Penelusuran Senyawa Anti-Penyakit Kronis/Infeksi: Melakukan virtual screening dan Network Pharmacology untuk Empon-empon (terkait COVID-19/Aterosklerosis) dan tanaman obat Indonesia lainnya untuk Hipertensi. Identifikasi senyawa aktif prioritas dan mekanisme molekuler (protein-compound interactions).
Tahun 3–5 Senyawa Kelautan dan Validasi Lanjut: Menganalisis senyawa bioaktif dari invertebrata laut sebagai penghambat target virus (seperti TMPRSS2/SARS-CoV-2) dan anti-kanker payudara. Pengembangan dan standarisasi metode ekstraksi menggunakan Natural Deep Eutectic Solvent (NADES) untuk senyawa polifenolik. Publikasi yang melaporkan aktivitas in vitro senyawa hit dari virtual screening laut. Protokol ekstraksi yang efisien dan ramah lingkungan.

Pilar 3: Kimia Medisinal dan Sintesis Turunan Senyawa Aktif

Melanjutkan program sintesis senyawa turunan Indazol dan Benzimidazolvanilin yang telah menghasilkan output signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Tahun Fokus Kegiatan Output Utama yang Diharapkan
Tahun 1–2 Sintesis dan Uji Turunan Curcumin: Melanjutkan sintesis analog Indazol Curcumin baru. Fokus pada evaluasi aktivitas ganda (antioksidan, anti-inflamasi) dan aktivitas sitotoksik terhadap lini sel kanker spesifik (MCF-7, HeLa, WiDr). Senyawa sintetik baru yang terkarakterisasi. Publikasi In vitro dan In silico (QSAR/Molecular Docking).
Tahun 3–5 Optimasi dan Desain Obat Target Baru: Sintesis turunan Eugenyl Benzoate sebagai penghambat BCL-2 dan turunan Thiourea sebagai penghambat Sirtuin-1. Mengaitkan secara langsung senyawa sintetik dengan model ML/QSAR dari Pilar 1. Kandidat obat sintetik teroptimasi dengan aktivitas BCL-2 atau SIRT1 yang tinggi. Kerjasama riset dengan rekan penulis dari Kimia Medisinal (Hayun, Fadilah, Azminah).

 

Pilar 4: Riset Kesehatan Global dan Validasi Biologis (Translational Research)

Mengangkat hasil riset dari in silico dan sintesis ke tahap validasi biologis yang lebih nyata, termasuk pengembangan bioanalisis.

Tahun Fokus Kegiatan Output Utama yang Diharapkan
Tahun 1–2 Strategi Melawan Penyakit Pandemi: Melakukan tinjauan sistematis lanjutan mengenai penemuan obat COVID-19. Memajukan kandidat dari virtual screening (misalnya herbal Indonesia, marine product) sebagai terapi suportif COVID-19 ke tahap in vitro. Literature review berimpact tinggi. Data validasi in vitro untuk senyawa anti-COVID-19 yang menjanjikan.
Tahun 3–5 Pengembangan Produk Bioanalisis: Melanjutkan penelitian mengenai pengembangan analisis dan validasi antibodi dan matriks yang mengandung insulin manusia (melalui RP-HPLC dan ELISA). Fokus pada peningkatan akurasi metode analisis protein dan metabolit. Metode bioanalisis tervalidasi dan terpublikasi (misalnya untuk insulin).

 

Pilar 5: Inovasi dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

Mengubah luaran riset yang konsisten menjadi produk HKI dan komersialisasi, membangun ekosistem penelitian yang kuat.

Tahun Fokus Kegiatan Output Utama yang Diharapkan
Tahun 1–5 Pendaftaran HKI Berkelanjutan: Peningkatan pendaftaran Paten dan Merek Dagang (Trademarks). Melanjutkan pengamanan Intellectual Property yang berkaitan dengan infrastruktur riset komputasi (“Laboratory Hub”) dan layanan farmasi (“PharmaUI”) yang telah didaftarkan. Peningkatan jumlah Paten yang Diberikan (Patent Granted). Pendaftaran HKI (Paten/Paten Terdaftar) dari senyawa sintetik baru atau formulasi produk alam yang terbukti efektif.
Tahun 3–5 Buku dan Kompendium Standar: Publikasi buku teks atau referensi lanjutan mengenai pengolahan tanaman obat atau informatorium obat, termasuk integrasi data in silico. Buku ajar/referensi yang berpotensi digunakan secara luas.

Dengan fokus pada pilar-pilar ini, roadmap 5 tahun akan memperkuat posisi penelitian dalam Kimia Farmasi Komputasi dan Penemuan Obat dari Produk Alam, sambil menghasilkan luaran HKI yang substansial.

Roadmap